Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-hias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguh-nya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Sebagaimana kita mak-lum, sebelum Allah SWT me-ngutus Nabi Muhammad SAW, masyarakat arab dikenal seba-gai masyarakat Jahiliyah. Yang dimaksud jahiliyah adalah orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang kebenaran (Al-Haq). Walaupun mereka pintar, tapi jika tidak benar maka mereka termasuk Jahili-yah.
Dalam kehidupan modern yang sudah serba maju ini, ter-nyata masih banyak bentuk-bentuk jahiliyah di antaranya adalah:
Jahiliyah Dalam Akidah
Allah SWT telah mele-takkan akidah Islam dengan konsep “tiada tuhan selain Allah” sehingga kehidupan umat Islam hanya bergantung kepada Allah saja. Akan tetapi faktanya masih banyak orang Islam yang kehidupannya belum utuh bergantung kepada Allah SWT. Masih banyak orang Islam yang menuhankan harta, menuhan-kan jabatan bahkan masih ada yang menuhankan hawa nafsu. Walaupun mereka terdiri dari orang-orang pintar tapi cara berakidahnya tidak benar, maka mereka adalah termasuk Jahi-liyah. Na’udzu Billah.
Jahiliyah Dalam Berpakaian
Allah SWT telah mene-tapkan agar umat Islam menu-tup auratnya. Akan tetapi fakta-nya masih banyak umat Islam khususnya para wanita yang tidak menutup auratnya sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Tidak sedikit mereka yang membuka auratnya adalah orang orang yang pintar, cerdas, kaya bahkan ada juga yang menduduki jabatan tinggi. Mereka pintar tapi cara ber-pakaian tidak benar, maka mereka juga termasuk kelom-pok Jahiliyah.
Untuk itu marilah kita mengkoreksi diri, masih adakah keluarga kita yang termasuk Jahiliyah karena tidak menutup aurat sesuai dengan aturan Allah SWT.
Jahiliyah Dalam Pergaulan
Allah SWT memerintah-kan kepada umatnya agar ber-gaul dengan sesama manusia dengan baik (hablum minannas) dalam pergaulan. Kita di larang berbuat sesuatu yang merugikan orang lain. Faktanya dalam pergaulan sering terjadi perbu-atan-perbuatan yang merugikan orang lain seperti: Ghibah, fit-nah, dusta, dzalim, hasud, perteng-karan, permusuhan dan lain-lain.
Orang-orang yang pandai, pintar, cerdas tapi masih mela-kukan hal-hal yang merugikan orang lain dalam pergaulan, mereka termasuk golongan orang Jahiliyah.
Jahiliyah Dalam Mencari Rizki
Allah hanya memerintah-kan kepada manusia untuk mencari rizki yang halal. Akan tetapi faktanya tidak sedikit orang yang mencari rizki dengan cara yang tidak benar seperti korupsi, mencuri, ber-dusta pada saat jual beli. Mereka pada umumnya adalah orang-orang yang pintar tapi cara mencari rizki tidak benar. Maka mereka juga disebut dengan Jahiliyah
Untuk itu, marilah kita bekerja keras mencari rizki dengan cara yang benar sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan oleh Allah SWT, yaitu rizki yang halal, baik halal caranya maupun halal benda-nya.
Dan masih banyak lagi bentuk-bentuk jahiliyah dalam masyarakat kita. Oleh karenanya, marilah kita berjuang, bedakwah untuk menghi-langkan bentuk bentuk Jahiliyah yang masih ada dilingkungan kita, bahkan mungkin ada jahiliyah di rumah kita.
Allah SWT mengisyaratkan kita dalam Al-Qur’an surta Al-Maidah ayat 50 artinya: “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”.



